Rabu, 03 Juni 2015

Faroek: Kembalikan Kejayaan / Pengukuhan, Rapat Pleno, dan Family Gathering IA-KPMKT

 
Bernaung di tenda besar di pelataran Rumah Ulin Arya, Desa Bayur, Samarinda Utara, puluhan orang tampak teratur mengisi tempat duduk. Sembari menyantap jajanan lokal, perbincangan hangat diselingi tawa kerap terdengar.

SEKIRA pukul 09.30 Wita, puluhan pasang mata tersebut lantas berpaling ke satu arah, sebuah mobil SUV hitam yang perlahan memasuki pelataran halaman cottage milik Achmad Husry tersebut.
 
Menjadi sorotan lantaran karena penumpang di dalamnya diketahui adalah Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, sosok yang mereka tunggu sejak pagi.

Ya, pria nomor satu Benua Etam tersebut menjadi tamu penting lantaran akan membuka seremoni pengukuhan kepengurusan Ikatan Alumni Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Timur (IA-KPMKT) masa kepengurusan 2015-2018. Menggunakan kemeja putih, peci hitam, dan duduk di atas kursi roda yang didorong pengawalnya, Faroek sesekali menyapa para peserta seremoni tersebut sebelum menuju jajaran kursi terdepan. Di sana dirinya bersanding dengan ketua IA-KPMKT terpilih, Farid Wadjdy.

Dalam sambutannya, Faroek tampak panjang lebar menjelaskan mengenai kondisi terkini dari Kaltim. Dari perjuangan Kaltim untuk berotonomi khusus, masalah bagi hasil Blok Mahakam, hingga perkembangan teranyar dari kawasan industri pelabuhan (KIP) Maloy, dirinya paparkan secara mendetail. “Ini harus menjadi perhatian IA-KPMKT untuk menjadi yang terdepan dalam mengkritisi kinerja pemerintahan agar bisa bersama membawa Kaltim lebih baik di mata nasional,” jelasnya.

Diakui Faroek, belakangan terdapat penurunan semangat pelajar Kaltim dalam mengawal kemajuan Kaltim, terutama dari segi pemerintahannya. “Semoga dengan kepengurusan baru ini IA-KPMKT bisa kembali menunjukkan tajinya seperti awal terbentuknya pada 1964 dulu,” jelasnya.

Sedangkan ketua IA-KPMKT 2015-2018 Farid Wadjdy menuturkan, tantangan kembali mengaktifkan IA-KPMKT sebagai pengawal perkembangan Kaltim, disebutnya sudah muncul sejak pemilihan ketua baru, Desember tahun lalu. “Jadi, ini semua berawal dari pemikiran para alumni yang sudah berkiprah di berbagai bidang hingga ke luar Kaltim, yang ingin kembali berkontribusi kepada organisasi ini. Jika Gubernur meminta demikian, artinya sejalan saja dengan misi kami sejak awal,” jelas Wadjdy.

Tidak hanya melibatkan para alumni, mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Timur (KMPKT) pun disebutnya harus turut serta dalam misi ini. “Ada kesamaan pandangan antara kedua organisasi ini. Saya harap nantinya percepatan pembangunan lewat sorotan kritis secara akademis bisa turut membantu perwujudan tugas ini,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Panitia Surya Yuga menjelaskan, kegiatan tersebut dihadiri sebagian besar para keluarga anggota IA-KPMKT. Dirinya mengaku telah menyebarkan undangan sebanyak 273 undangan dengan rincian 144 undangan untuk para alumni, serta 129 sisanya disebar kepada anggota
kepengurusan. “Undangan cukup banyak kami sebar. Ada rekan-rekan alumni KPMKT dari luar Kaltim, seperti Bandung, Jakarta, Jogjakarta juga hadir,” jelas Surya.

Dia juga menjelaskan, ajang tersebut sebagai silaturahmi sekaligus sosialisasi tentang keberadaan IA-KPMKT. “Untuk para keluarga juga disediakan wahana permainan serta fun games,” pungkasnya. (adv/*/ndy/kri)
 
 
Sumber :  http://www.kaltimpost.co.id

Awang Bantah Otsus Mandeg


Gubernur Minta IA-KPMKT Dukung Perjuangan Otsus

SAMARINDA – Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak mengajak kepada Ikatan Alumni Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Timur (IA-KPMKT) untuk mempelopori terciptanya wiraswastawan muda muda di Benua Etam. Hal tersebut disampaikan Awang saat memberikan sambutan pada acara Pengukuhan Pengurus dan Rapat Pleno IA-KPMKT di Rumah Ulin Arya di Desa Bayur Kelurahan Sempaja, Minggu (5/4) pagi.
“Saya mengajak IA-KPMKT mengumpulkan 15 ribu calon wiraswasta muda di daerah ini karena organisasi ini saya harapkan bisa jadi penggerak untuk menciptakan wiraswasta tersebut. Terus terang sampai saat ini masih banyak lulusan perguruan tinggi kita masih menganggur dan hanya ingin menjadi PNS. Mudah-mudahan program ini bisa dilakukan dalam waktu dekat,” katanya.
Awang juga berharap agar IA-KPMKT kembali ke landasan perjuangan dengan harapan mampu mendukung pemerintah daerah berjuang bersama-sama meningkatkan kesejahteraan rakyat Kaltim, terutama dalam memberikan sumbang pikiran. “Moral force sangat diperlukan bagi rakyat Kaltim. Artinya, ke depan untuk berjuang bagi rakyat Kaltim seluruh generasi muda atau intelektual muda harus bersatu, jangan sampai bercerai berai, agar mampu bersama pemerintah mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ucapnya.
Begitu juga terkait perjuangan otonomi khusus, Awang mengajak IA-KPMKT berjuang bersama-sama menyuarakan otonomi khusus. Saat ini, otonomi khusus bukan jalan di tempat, karena pemerintah daerah hanya menunggu keputusan dari DPRD, setelah itu baru pemerintah siap melaksanakan tuntutan rakyat tersebut.
“Jadi, tidak benar otonomi khusus jalan di tempat, atau bahkan ada permainan untuk kebutuhan elit politik. Demi Allah saya katakan, bahwa otonomi khusus itu adalah aspirasi masyarakat Kaltim. Termasuk di dalamnya adalah KPMKT. Jika keputusan DPRD sudah ada, selanjutnya Pengurus IA-KPMKT bersama-sama pemerintah menyusun rencana aksi tersebut. Tidak mungkin, perjuangan tersebut dikomandoi Awang Faroek Ishak, sebab Awang Faroek adalah Gubernur Kaltim yang merupakan kepanjangtanganan Pemerintah Pusat di daerah,” jelasnya.
Menanggapi hal itu, Ketua Umum IA-KPMKT Farid Wadjdy menegaskan siap memberikan dukungan dan sumbangsih bagi daerah ini. Karena itu, semangat untuk membangun tersebut sangat diperlukan.
“Meski usia IA KPMKT masih muda, tetapi organisasi ini terus berupaya melakukan koordinasi dan komunikasi dengan KPMKT di masing-masing daerah di Indonesia, sehingga apa yang diinginkan gubernur agar KPMKT kembali ke landasan perjuangan mewujudkan kesejahteraan rakyat. Karena itu, ke depan seluruh anggota KPMKT harus memiliki satu komitmen antara mahasiswa yang masih kuliah dengan yang telah menjadi alumni dalam mewujudkan Kaltim lebih maju di masa akan datang,” jelasnya. (fir)