Bernaung di tenda besar di pelataran Rumah Ulin Arya, Desa
Bayur, Samarinda Utara, puluhan orang tampak teratur mengisi tempat
duduk. Sembari menyantap jajanan lokal, perbincangan hangat diselingi
tawa kerap terdengar.
SEKIRA pukul 09.30 Wita, puluhan pasang mata tersebut lantas berpaling ke satu arah, sebuah mobil SUV hitam yang perlahan memasuki pelataran halaman cottage milik Achmad Husry tersebut.
SEKIRA pukul 09.30 Wita, puluhan pasang mata tersebut lantas berpaling ke satu arah, sebuah mobil SUV hitam yang perlahan memasuki pelataran halaman cottage milik Achmad Husry tersebut.
Menjadi sorotan lantaran karena penumpang di dalamnya diketahui adalah
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, sosok yang mereka tunggu sejak pagi.
Ya, pria nomor satu Benua Etam tersebut menjadi tamu penting lantaran akan membuka seremoni pengukuhan kepengurusan Ikatan Alumni Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Timur (IA-KPMKT) masa kepengurusan 2015-2018. Menggunakan kemeja putih, peci hitam, dan duduk di atas kursi roda yang didorong pengawalnya, Faroek sesekali menyapa para peserta seremoni tersebut sebelum menuju jajaran kursi terdepan. Di sana dirinya bersanding dengan ketua IA-KPMKT terpilih, Farid Wadjdy.
Dalam sambutannya, Faroek tampak panjang lebar menjelaskan mengenai kondisi terkini dari Kaltim. Dari perjuangan Kaltim untuk berotonomi khusus, masalah bagi hasil Blok Mahakam, hingga perkembangan teranyar dari kawasan industri pelabuhan (KIP) Maloy, dirinya paparkan secara mendetail. “Ini harus menjadi perhatian IA-KPMKT untuk menjadi yang terdepan dalam mengkritisi kinerja pemerintahan agar bisa bersama membawa Kaltim lebih baik di mata nasional,” jelasnya.
Diakui Faroek, belakangan terdapat penurunan semangat pelajar Kaltim dalam mengawal kemajuan Kaltim, terutama dari segi pemerintahannya. “Semoga dengan kepengurusan baru ini IA-KPMKT bisa kembali menunjukkan tajinya seperti awal terbentuknya pada 1964 dulu,” jelasnya.
Sedangkan ketua IA-KPMKT 2015-2018 Farid Wadjdy menuturkan, tantangan kembali mengaktifkan IA-KPMKT sebagai pengawal perkembangan Kaltim, disebutnya sudah muncul sejak pemilihan ketua baru, Desember tahun lalu. “Jadi, ini semua berawal dari pemikiran para alumni yang sudah berkiprah di berbagai bidang hingga ke luar Kaltim, yang ingin kembali berkontribusi kepada organisasi ini. Jika Gubernur meminta demikian, artinya sejalan saja dengan misi kami sejak awal,” jelas Wadjdy.
Tidak hanya melibatkan para alumni, mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Timur (KMPKT) pun disebutnya harus turut serta dalam misi ini. “Ada kesamaan pandangan antara kedua organisasi ini. Saya harap nantinya percepatan pembangunan lewat sorotan kritis secara akademis bisa turut membantu perwujudan tugas ini,” jelasnya.
Terpisah, Ketua Panitia Surya Yuga menjelaskan, kegiatan tersebut dihadiri sebagian besar para keluarga anggota IA-KPMKT. Dirinya mengaku telah menyebarkan undangan sebanyak 273 undangan dengan rincian 144 undangan untuk para alumni, serta 129 sisanya disebar kepada anggota
kepengurusan. “Undangan cukup banyak kami sebar. Ada rekan-rekan alumni
KPMKT dari luar Kaltim, seperti Bandung, Jakarta, Jogjakarta juga
hadir,” jelas Surya.
Dia juga menjelaskan, ajang tersebut sebagai silaturahmi sekaligus sosialisasi tentang keberadaan IA-KPMKT. “Untuk para keluarga juga disediakan wahana permainan serta fun games,” pungkasnya. (adv/*/ndy/kri)
Sumber : http://www.kaltimpost.co.id

